Studi bayangan ini saya lakukan dengan memotret sebuah benda pada waktu tertentu. Bayangan dari benda tersebut dijadikan sebagai titik awal untuk membentuk ruang. Dalam studi ini, saya menggunakan gembok sebagai benda dan bayangan yang diperoleh pada tanggal 1 November pukul 2 siang. Konsepnya adalah: bayangan benda berubah menurut posisi matahari. Posisi matahari berdasarkan altitude dan azimuth. Altitude sangat berpengaruh terhadap bayangan, semakin tinggi posisi matahari terhadap benda, maka semakin kecil bayangan benda tersebut. Sementara azimuth sendiri (tanpa mengubah altitude) tidak memiliki pengaruh terhadap besar kecil bayangan, namun lebih kepada rotasi bayangan terhadap benda. untuk studi ruang kali ini, ax akan melihat hubungan antara posisi matahari terhadap skala bayangan terhadap objek. Karena altitude sangat berpengaruh terhadap bayangan, dimana bila x merupakan tinggi bangunan, dan sudut α merupakan altitude, maka panjang bayangan adalah x tangen α.
Tangen adalah operasi matematis yang berperan dalam skala bayangan, maka tangen ax ambil sebagai rumus utama dalam grasshopper. Data berupa angka diambil dari posisi matahari sepanjang tahun dengan lokasi di Charlotte, North Carolina. Rumus matematis lain berupa perkalian dan pembagian sederhana saya lakukan untuk membatasi agar hasilnya dapat terlihat (mengingat nilai tangen bisa mulai dari 0 sampai ∞)
Dengan software rhinoceros plus bantuan plug-in grasshopper dan maxwell render, saya membuat enam model berdasar posisi ekstrim matahari.